/* Script from:http://www.tipstrikblogging.com/ */

Rabu, 24 April 2013


PENYEBAB KUCING SELALU MENANAM KOTORANNYA
Kucing mempunyai beragam cara untuk berkomunikasi dengan sesama kucing dan manusia,salah satunya adalah dengan mengeong. Mengeong adalah satu sebutan buat suara kucing. Dalam penelitian terungkap bahwa suara kucing ternyata tidak sama,tetapi sangat khas saat dia ingin bermain, saat dia lapar, ingin di bukakan pintu, memanggil kekasihnya, atau malah punya khas tersendiri untuk menyatakan rasa terimakasihnya.Fakta menunjukkan bahwa kucing beradaptasi dan berevolusi, tidak seperti keluarganya di alam liar, kucing rumah mengembangkan kemampuan khusus untuk meniru suara bayi manusia.
Penelitian yang di lakukan telah membuktikan bahwa suara mengeong kucing mempunyai frekuensi yang sangat mirip dengan suara bayi manusia. Penelitian yang dilakukan telah membuktikan bahwa suara mengeong kucing mempunyai frekuensi yang sangat mirip dengan suara tangis bayi. Hal ini tentu membuat seseorang bergegas untuk menuruti permintaan sikucing. Tetapi sebagian orang bertanya-tanya apakah iti karena suatu kebetulan? Ternyata tidak,ini adalah mekanisme adaftasi dan evolusi tingkah laku kucing agar bisa bertahan hidup sebagai hewan piaraan.
            Kucing mengubur kotorannya. Selama ini orang memercayai bahwa kucing adalah hewan yang bersih. Setiap buang air besar, dia selalu menanamnya. Ini tentu sangat membantu si pemilik. Faktanya menunjukkan bahwa insting “ Kebersihan” ini tidak timbul begitu saja. Kucing adalah predator dengan ukuran tanggung, yang artinya dia masih punya banyak musuh yang masih jauh lebih besar darinya di alam bebas. Dia mengatasinya dengan “menyusupkan” ke daerah kekuasaan predator lain ataupun kucing lain yang lebih dominan. Kucing yang tidak dominan tidak ingin keberadaannya diketahui karena itu berarti perkelahian yang sulit mereka menangkan. Bagaimana ketika kucing ternyata tidak mengubur kotorannya? Berarti kucing tersebut merasa dirinya adalah predator yang dominan dilingkungannya sehingga dia tidak perlu menyembunyikan kotorannya, malah justru menandai wilayahnya.
            Jadi kucing liar yang termasuk golongan phantera seperti singa, macan , macan tutul, dan jaguar. Mereka tidak mengubur kotoran mereka dalam menandakan area teritorial mereka. Kucing liar yang lebih kecil mengubur kotoran mereka untuk memastikan kucing yang dominan (phantera) tidak merasa tertantang. Bagaimananpun kalau tempat tinggal yang ada lagi tanah tersedia untuk tempat kucing menanam kotorannya, sebaiknya sediakan tempat khusus buatnya, tanah gembur atau pasir agar kucing bisa menanam kotorannya dan tidak buang air besat sembarangan. Selain kotoran buang air besar jadi penanda wilayah teritorial kucing, terutama jantan juga menjadikan air seninya sebagai penanda wilayah teritorial. Jadi tidak usah heran jika kucing jantan suka buang air sembarangan. Ini ternyata dimaksudkan untuk menandai daerah wilayahnya. Jadi, kucing jantan lain dilarang masuk karenanya, ketika kucing menciumi suatu tempat yang tidak tercium ada aroma kencingnya, ia akan mengencinginya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar