PENYEBAB KUCING SELALU MENANAM
KOTORANNYA
Kucing
mempunyai beragam cara untuk berkomunikasi dengan sesama kucing dan manusia,salah
satunya adalah dengan mengeong. Mengeong adalah satu sebutan buat suara kucing.
Dalam penelitian terungkap bahwa suara kucing ternyata tidak sama,tetapi sangat
khas saat dia ingin bermain, saat dia lapar, ingin di bukakan pintu, memanggil
kekasihnya, atau malah punya khas tersendiri untuk menyatakan rasa
terimakasihnya.Fakta menunjukkan bahwa kucing beradaptasi dan berevolusi, tidak
seperti keluarganya di alam liar, kucing rumah mengembangkan kemampuan khusus
untuk meniru suara bayi manusia.
Penelitian
yang di lakukan telah membuktikan bahwa suara mengeong kucing mempunyai
frekuensi yang sangat mirip dengan suara bayi manusia. Penelitian yang
dilakukan telah membuktikan bahwa suara mengeong kucing mempunyai frekuensi
yang sangat mirip dengan suara tangis bayi. Hal ini tentu membuat seseorang
bergegas untuk menuruti permintaan sikucing. Tetapi sebagian orang
bertanya-tanya apakah iti karena suatu kebetulan? Ternyata tidak,ini adalah
mekanisme adaftasi dan evolusi tingkah laku kucing agar bisa bertahan hidup
sebagai hewan piaraan.
Kucing mengubur kotorannya. Selama ini orang memercayai
bahwa kucing adalah hewan yang bersih. Setiap buang air besar, dia selalu
menanamnya. Ini tentu sangat membantu si pemilik. Faktanya menunjukkan bahwa
insting “ Kebersihan” ini tidak timbul begitu saja. Kucing adalah predator
dengan ukuran tanggung, yang artinya dia masih punya banyak musuh yang masih
jauh lebih besar darinya di alam bebas. Dia mengatasinya dengan “menyusupkan”
ke daerah kekuasaan predator lain ataupun kucing lain yang lebih dominan.
Kucing yang tidak dominan tidak ingin keberadaannya diketahui karena itu
berarti perkelahian yang sulit mereka menangkan. Bagaimana ketika kucing
ternyata tidak mengubur kotorannya? Berarti kucing tersebut merasa dirinya
adalah predator yang dominan dilingkungannya sehingga dia tidak perlu
menyembunyikan kotorannya, malah justru menandai wilayahnya.
Jadi kucing liar yang termasuk golongan phantera seperti
singa, macan , macan tutul, dan jaguar. Mereka tidak mengubur kotoran mereka
dalam menandakan area teritorial mereka. Kucing liar yang lebih kecil mengubur
kotoran mereka untuk memastikan kucing yang dominan (phantera) tidak merasa
tertantang. Bagaimananpun kalau tempat tinggal yang ada lagi tanah tersedia
untuk tempat kucing menanam kotorannya, sebaiknya sediakan tempat khusus
buatnya, tanah gembur atau pasir agar kucing bisa menanam kotorannya dan tidak
buang air besat sembarangan. Selain kotoran buang air besar jadi penanda
wilayah teritorial kucing, terutama jantan juga menjadikan air seninya sebagai
penanda wilayah teritorial. Jadi tidak usah heran jika kucing jantan suka buang
air sembarangan. Ini ternyata dimaksudkan untuk menandai daerah wilayahnya.
Jadi, kucing jantan lain dilarang masuk karenanya, ketika kucing menciumi suatu
tempat yang tidak tercium ada aroma kencingnya, ia akan mengencinginya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar